Beberapa Alasan Muslimah dalam Mengenakan Jilbab

Mungkin sering muncul pertanyaan mengapa seorang muslimah akhirnya memutuskan untuk mengenakan jilbab. Selain karena adanya alasan lain yang tentunya bersifat pribadi, berikut adalah penjabaran beberapa alasan yang mendasari kenapa seorang muslimah hendaklah mengenakan jilbab.

Pertama, karena perintah Allah di dalam Al-Qur’an, surat Al-Ahzab : 59 dan surat An-Nur : 31.

Kedua, karena jilbab menjadi identitas utama bagi muslimah. Di mana pun kita berada, bila kita mengenakan jilbab, kita dikenali sebagai muslimah (masih merujuk QS. Al-Ahzab : 59).

Ketiga, dengan mengenakan jilbab, muslimah lebih aman karena tidak diganggu. Pria lebih tertarik menggoda dan melakukan pelecehan seksual pada perempuan yang memakai pakaian you can see (everything?) Biasanya perempuan berjilbab justru sering disapa dengan salam (Assalaamu’alaikum) atau dengan perkataan, “Mau ke mana, Bu Haji?” (malah dido’akan, aamiin).

Keempat, dengan mengenakan busana muslimah, kita menjadi lebih merdeka dalam arti sebenarnya. Contoh : Saya kasihan sekali kalau melihat rekan perempuan yang memakai rok mini, naik kendaraan umum. Dalam kendaraan, ia akan sangat gelisah dan berusaha menarik-narik rok mininya terus untuk menutupi pahanya. Kadang gelagapan menutupi bagian tersebut dengan tas kerjanya. Sangat tidak nyaman. Dengan mengenakan busana muslimah, kita bisa duduk dengan santai dan leluasa.

Kelima, dengan berjilbab, kita merdeka dari pandangan orang yang mengukur kita dari fisik semata. Kita tak lagi diukur dari besar kecilnya betis, pinggang, atau bagian tubuh kita lainnya. Orang akan mengukur kita semata dari kebaikan hati dan kecerdasan kita.

Keenam, dengan berjilbab, maka kontrol ada di tangan perempuan, bukan pria. Perempuan bebas mengontrol dan menentukan pria mana yang boleh atau yang tidak boleh melihatnya.

Ketujuh, bagi seorang gadis, dengan bejilbab pada dasarnya ia sudah melakukan proses seleksi terhadap calon suaminya kelak. Bukankah hanya pria baik-baik dan memiliki wawasan keislaman memadai yang berani melamar gadis berjilbab?

Kedelapan, jilbab tak pernah menghalangi muslimah untuk maju dalam kebaikan. Sejarah mencatat banyak perempuan agung di masa Nabi SAW dan sesudahnya. Mereka mempunyai berbagai profesi, berbagai kiprah masyarakat, dan prestasi yang tak pernah berhenti, sampai di medan perang sekalipun tanpa pernah menanggalkan jilbab mereka.

Kesembilan, ada pesona, keagungan khas yang muncul begitu saja dari para pemakai jilbab (semacam “aura”, inner beauty yang mengemuka, tanpa direkayasa). Ini semacam “keajaiban kecil” dari Allah bagi para “berlian”Nya. Bicara berlian, kita tahu perhiasan mahal seperti itu tak pernah digelar di tepi jalan. Berlian hanya ada dalam etalase, dalam ruangan spesial yang tertutup. Namun kilaunya adalah jaminan, bukan?

Tentu saja jilbab bukan menjadi satu-satunya indikator ketakwaan seseorang. Tetapi jilbab menjadi salah satu realisasi amaliyah dari keimanan kita (iman harus dibuktikan dengan amal, bukan?). Dan pada akhirnya, amal tersebut akan menunjukkan sisi ketakwaan kita. Jadi, mengapa harus takut dan ragu untuk berjilbab? Berani, dong!

Referensi : Jilbab Pertamaku [kafemuslimah.com]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: