Jilbab

Berbagi Cerita UTS

Pagi ini mendung tidak seperti biasanya. Matahari tidak memencarkan cahanya dengan terangnya. Hari ini rabu 15 April adalah minggu kedua ujian. Pagi ini Gero bangun dan berangkat ke kampus untuk memperoleh keberuntungan. Memang adat di kampus ini setiap kali musim ujian akan banyak asisten yang masuk keruangan B 107 untuk mencari keberuntungan.

Gero bergegas mandi dan bersiap karena beberapa menit lagi waktu menunjukan pukul 07.00. Walaupun ujian baru di mulai pukul 08.00 tapi Gero ingin berangkat lebih awal agar memperoleh jatah jaga ujian. Lumayanlah satu kali jaga dapat menghemat satu hari pengeluaran uang makan.

Jam di dalam kontrakan yang dihuni 4 orang telah menunjukan pukul 07.00 naumun Gero baru selasai mandi. Dengan bergegas Gero merapihkan tampilannya dan mengeluarkan motor keluaran tahun 2003-nya. Setelah sekitar lima menit Gero telah sampai di B107. Sekilas tempat itu lebih sepi di banding biasanya. Tempat duduk yang tersedia hanya baru diisi oleh separuh mahasiswa yang siap unutk memperoleh keberuntungan, walaupun tidak semua asisten-asisten yang masih mahasiswa ini mencari keberuntungan, ada juga yang karena jatahnya sekarang. Mungkin karena masih terlalu pagi untuk datang maka masih banyak yang terlalu kosong.

Waktu terus berjalan dan satu persatu mahasiswa datang memenuhi tempat duduk sembari menenti panggilan ari koordinator lokasi atau yang biasa disebut korlok. Berbagai ekspresi yang di tampilkan mahasiswa sangat berfariasi. Sebagian ada yang masih lesu, diam dan ada juga yang ceria karena bertemu teman-temannya. Gero selalu mengamati setiap mahasiswa yang datang di kedua pintu dengan berharap tidak adalagi yang datang karena semakin banyak mahasiswa yang datang maka semakin kecil kemungkinannya untuk bias jaga.

Gero sadar dari lamunannya setelah terdengar suara yang menyebutkan namanya.

“Gero Priyadi” panggilan dari korlok Sains.

Alhamdulillah… Gero bersukur karena hari ini masih diberi rizki oleh Allah SWT. Memang rizki itu Allah yang punya walaupun banyak mahasiswa yang berharap untuk di panggil ndilalah nyangkut di nama Gero Priyadi.

Dengan hati yang sumringah Gero segera mengambil berkas dan siap untuk menjalankan tugas yang telah diamanahkannya. Gero sekilas melihat berkasnya ternyata dia ditempatkan di A 101. Sambil menanti temannya dia duduk lagi ditempat semula. Jam di ruang itu telah menunjukan pukuln 07.43.

Lagi-lagi wajah-wjah keceriaan tampak disetiap mahasiswa yang mendapat panggilan. Tampak jelas wajah Kuryadi yang senantiasa tersenyum bersama teman-temannya. Pria yang punya rambut kriting dan agak buncit itu selalu ada setiap saatnya. Dia selalu gambling itulah sebutan kita. Saat itu juga Gero tidak tahu dengan siapa dia jaga namun dia tetap menuju ruangan A101.

Seperti biasa Gero mengatur tempat duduk, membancakan sedikit peraturan, berdoa dan membagikan soal. di sela-sela pengaturan tempat duduk ada wanita berjilbab rapih masuk dan membuka berkas ujian untuk di bagikan. Dalam hati oh… ternyata dia yang menemani jaga ujian di ruang ini.

Ujian dimulai dan dengan seketika ruangan menjadi hening. Gero duduk di depan sambil memperhatikan setiap gerak gerik yang mencurigakan. Dari lima kolom tempat duduk ada beberapa yang belum diisi oleh mahasiswa. Memang momen ini sudah tidak asing lagi bagi pengawas dan peserta ujian. Setelah beberapa menit satu persatu mahasiswa datang untuk memenuhi tempat-tempet yang kosong yang memang sudah jatahnya.

dsc00801

Setelah sekitar 15 menit Gero berkeliling untuk memeriksa identitas dan mengisi daftar kehadiran. Daftar orang pertama di presensi menunjukan nama I Gede Edwin. Sekilas dari namanya telah jelas ini adalah mahasiswa asal Bali. Dia menyerahkan KTM untuk di periksa begitu seterusnya.

Ada suatu momen dimana Gero tercengang ketika memeriksa KTM milik Setyo Ayuningtyas. Apa yang membuat Gero tercengang? Ternyata ada mahasiswa yang rela melapas jilbabnya. Di KTM-nya jelas terlihat wanita yang memakai jilbab dengan identitas NIM dan nama yang sama di presensinya. Dalam hati merasa tidak ikhlas ketika ada wanita yang melepas jilbabnya. Seketika itu Gero bertanya pada beliau, “kemana jilbabnya?” dia hanya tersenyum dan meringis tanpa arti tanpa berfikir dosa yang akan di tanggung.

Adapula wanita yang sebelumnya tidak berjilbab sekarang berjilbab rapat dan rapih. Biasanya orang-orang seperti ini lebih dihargai Gero. Setiap melihat kejadian ini Gero selalu memeriksa KTM dengan menutupi fotonya dan setiap ada kejadian ini Gero selalu mengingatkan untuk menempel fotonya dengan foto yang baru. Begitulah nasib ketika keimanan dijaga dan di up date.

Gero kembali ketempat duduk dan masih terbayang wanita yang meninggalkan jilbabnya, ko ada ya orang yang melepas jilbab kaya gitu… memang hidayah itu Allah yang punya…

Dari lamunan itu wanita yang memakai jilbab rapih yang ada disampingnya menyodorkan daftar kehadiran yang belum ditandatangani. Dari nama pengawas yang telah ditulis disitu Gero baru tahu bahwa wanita pengawas yang bersamanya bernama Rokhani Maemunah. Gero pun segera menandatanganinya dan kembali menatap wajah-wajah serius peserta ujian.

Setelah satu jam ujian berlangsung Gero bertanya pada Rokhani, “asisten Lab apa mba…?”

“Lab Antena.” Jawabnya singkat.

Gero bertanya lagi “2005 ya…?”

“Ya…” jawabnya. Tanpa sadar mata Gero melihat kaos tangan melekat pada lengannya.

Fikiran Gero beralih dari wanita yang melepas jilbab ke Mba Rokhani yang memakai jilbab rapat dan rapih. Padahal yang Gero tahu tentang Lab Transtel adalah Laboratorium yang sebagian penghuninya didominasi oleh orang-orang Kristen namun Mba Rokhani ini masih bisa pakai jilbab lebar dan rapih. Gero pun tahu informasi itu dari temen-temen di Lab-nya sendiri tapi Wallahu a’lam tentang kebenaran berita ini. Itulah kenapa di Lab yang Gero tempati tidak ada satupun orang non muslim yang singgah, dikhawatirkan seperti yang terjadi di Laboratoria Transtel.

Gero melihat jam dinding ternyata waktu sudah menunjukan waktu 09.35. Gero segera mengumunkan waktu kurang lima menit.

Waktu lima menit berlalu dan semua peserta ujian mengumpulkan jawabannya ke pengawas. Dan Alhamdulillah pengawasan ini tidak ada masalah tinggal minta uangnya Rp 25.000,00

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: