Part 2

Ujian

Empat hair lagi sudah mulai UAS namun proposalku belum ditandatangani juga oleh Pak Anto. “Bagaimana saya harus seminar bila kondisinya begini?” gerutuku dalam hati. Hari-hari semakin dekat dengan ujian. Saya susun strategi agar pencarian tanda tangan ini tidak menggu ujianku. Akhirnya saya putuskan untuk berkonsentrasi di minggu awal ujian setelah itu saya harus hunting kembali untuk mencari Pak Anto.

Diminggu awal terdapat empat mata kuliah yang diujikan. Hari selasa terdapat 2 mata kuliah yang diujikan yaitu Manajemen Kewirausahaan dan Pengendalian Mutu Telekomunikasi. Hari rabu ada Perancangan Jaringan Akses Nir Kabel, dan hari kamis ada Jaringan Komputer. Nah untuk hari jumatnya saya harus mendapatkan tanda tangan beliau. Dan untuk minggu kedua terdapat dua hari yang ujiannya double yaitu dihari rabu dan hari jumat namun dihari kamis hanya ada satu mata kuliah yang diujikan.

Bila saya perhatikan pengaturan jadwal ujian ini agak kacau. Kenapa kacau? Karena selama 12 hari ujian hanya enam hari saja yang digunakan untuk ujian. Itu pun tidak merata tiap harinya. Apa memang itu salahku karena mengambil mata kuliah atas atau memang administrasinya sulit untuk mengatur hal itu, atau…

Ah sudahlah… tidak terlalu penting memikirkan hal itu yang paling penting sekarang adalah bagaimana saya mendapatkan nilai bagus diujian kali ini. Apalagi ini adalah Ujian Akhir Semester, ujian penentuan nilai semester dan untuk semester ini saya menargetkan IPK 3. Saya harus nyusun strategi belajar agar semua materi dapat dipelajari. Tapi hari sabtu dan minggu di Lab ada acara. Paling, untuk bisa fokus belajar hari senin. Ya sudah hari seninpun tidak masalah.

Hari senin saya mulai baca materi Manajemen dan Kewirausahaan. Untuk mempelajari materi kuliah ini hanya sedikit waktu yang saya butuhkan karena dalam perkuliahan sehari-hari hanya menyusun proposal usaha. Setelah 30 menit membaca materi tiba-tiba otakku melayang memikirkan Santi. Dalam materi perkuliahan itu terbayang wajah Santi. Astaghfirullahaladim… kenapa tiba-tiba Santi ada dalam otakku? Bukankah saya harus belajar untuk menghadapi ujian besok? Astaghfirullah… Sekuat tenaga saya jauhkan pikiran maksiat itu.

Tiba-tiba Ijal datang ke kamarku. “Lagi ngapain lo yo?” sapa Ijal di kamarku. Ijal adalah teman satu kontrakan juga temn satu SMA dulu. Saya balas dengan senyuman. Saya rasa Ijal tahu kalau saya sedang belajar. “gimana tadi ujiannya?” tanyaku pada Ijal karena baru saja dia ujian 4 jam yang lalu.

“ya gitu deh…? O ya tadi temenku namanya tidak ada di roster.” Nampaknya dia memberikan informasi yang serius. “o ya! Trus gimana?” saya pun menerima dengan kejutan ingin ‑­

tahu. Dia menjelaskan dengan panjang lebar dan tinggi. Dari info itu saya jadi tahu benar menenai kehadiran yang sangat tidak menyenangkan itu. Ya mengenai 75% dari total kehadiran saat kuliah.

Memang biasanya sebelum masuk ke kelas untuk ujian terdapat pengumuman di depan roster. Roster adalah sebutan ruangan bagi tata usaha. Biasanya untuk mencari informasi tentang jadwal kuliah, dosen dan ruang kuliah disinilah tempatnya. Untuk mencari ruang ujian kita hanya melihat NIM saja yang sesuai. Namun untuk kali ini tidak semua NIM tampil di papan pengumuman, hanya yang daftar hadinya lebih dari 75% saja yang tampil. Itulah kebijakan baru Bagian Administrasi Akademik (BAA) yang masih banyak perlu penyesuaian.

Ya beginilah bangsa Indonesia memaknai perubahan. Setiap ada perubahan yang sifatnya mendadak sering kali tidak didukung oleh rakyatnya. Sama halnya di kampus ini. Setiap perubahan untuk mahasiswa yang sifatnya mendadak sering kali di gerutui mahasiswanya. Begitu juga ketika konfersi minyak ke gas. Banyak masyarakat menggrutu karena kesulitan mencari minyak. Ya begitulah bangsa ini masih perlu banyak belajar dai bangsa-bangsa besar. Begitulah percakapan Tio dan Ijal di kamar. Memang seharusnya mereka belajar untuk ujian besok bukan untuk mengurusi rakyat Indonesia.

Sejenak percakapan behenti. Masing-masing dari mereka kembali konsen di mata kuliah masing-masing. Memang seperti biasa dari mereka saling bercakap-cakap ketika bertemu dan saling sandar membentuk kemesraan didalam kamar.

Memang bagi orang-orang sikap yang demikian adalah sikap ketidak normalan sebagai pria. Namun berbeda halnya dengan kami. Bagi kami ini adalah hal yang biasa kami lakukan. Ini adalah hal terindah di dalam keluarga kos kami. Keluarga kecil yang saling mencintai dan saling mengingatkan dalam hal-hal yang baik. Tidak seperti orang-orang diluar sana yang membentuk kemesraan dengan lawan jenisnya tanpa memperdulikan mahram atau bukan

Tio coba menanyakan pada Ijal tentang seminarnya “Gimana Jal seminarmu?”. “belum” jawabnya singkat, namun tidak lama dia coba menyambung jawabannya “kayanya pas ujian PA deh…?” ya begitulah cara ijal yang padat dan terkesan tidak ingin diajak ngobrol. Namun sesungguhnya ijal adalah seorang yang sangat peduli terhadap teman-temannya tapi untuk kali ini saya kira dia ingin konsen terhadap apa yang dia pelajari.

Setelah dua jam belajar rasanya otakku sudah mulai mendidih. Saya coba merelaksasikan otak dengan melihat tayangan berita. Ternyata diakhir tahun 2008 ini sodara-sodara kita umat muslim di Palestrina sedang mengalami ujian. Orang-orang yahudi atau tentara zionis telah melancarkan serangan yang bertubi-tubi terhadap kaum muslimin di Gaza. Serangan dari tentara zionis ini disiarkan langsung dari televise swasta di Indonesia. Dari tayangan itu juga tampak jelas anak-anak yang terkena serangan Israel. Subhanallah… memang tentara Israel tentara yang tidak punya hati. Sungguh hatinya telah tertutup oleh kekuasaan wilayah. Hatinya telah mati untuk menjadi manusia. Hatinya tidak pantas lagi menjadi manusia.

Bagaimana tidak, selama tiga minggu tentara-tentara yang bukan manusia itu menyerang bertubi-tubi di kawasan Gaza. Wanita dan anak-anak yang tidak berdosa yang tidak tahu apa-apa menjadi sasaran serangan mereka. Sekolah-sekolah, rumah, fasilitas umum seperti rumah ibadah pun menjadi sasaran serangan yang tidak henti-henti. Setiap hari sodara-sodara kita umat muslim merasa terusik ketenangannya dengan suara-suara bom yang setiap saat dapat menimpa dirinya. Ya Allah… berilah kekuatan bagi sodara-sodara kami di Gaza Ya Allah…

Kekejaman Israel tidak hanya itu. Penggunaan senjata kimia turut andil dalam kejahatan tentara Israel. Tidak tanggung-tanggung senjata kimia berbahaya ini dapat membakar semua benda yang tersentuhnya. Oleh ahli kimia senjata ini terkenal dengan sebutan fosfor putih. Senjata kimia ini ditumpangkan pada bom-bom Israel yang setiap saat menghujani kawasan Gaza. Sehingga untuk menghindar dari senjata ini sangat susah. Disamping itu senjata kimia yang menghasilkan banyak asap ini sangat berbahaya bila mengenai kulit. Asam yang berasal dari racun fosfor dapat mengakibatkan luka dan meracuni tubuh. Sedangkan asap dari senjata ini dapat mengakibatkan kerusakan hati, ginjal, jantung, paru-paru, dan tulang yang menyebabkan kematian.

Selama 21 hari sodara-sodara umat muslim di Gaza menderita ketakutan. Tidak ada lagi bangunan untuk ditinggali. Bahkan sekolah-sekolah milik PBB pun ambruk akibat ujan bom yang dilakukan Israel. Air bersih yang dulu mudah di dapat kini semua tertutup oleh bangunan yang roboh. Air bersih tidak lagi menjadi komoditas yang mudah didapat lagi. Begitu juga dengan bahan makanan. Kini tidak ada lagi rakyat Gaza yang berani menjual bahan makanan. Kekhawatiran keluar rumah pun menjadi semakin menghantui umat muslim disana.

Bila sekarang setiap malam kami dapat melihat bintang-bintang di langit tidak begitu halnya dengan umat muslim di Palestine. Setiap malam yang mereka lihat adalah kelap-kelip bom yang meluncur cepat. Setiap malam tidak ada penerangan yang dapat meneranginya. Penerangan hanya dari bulan, bintang dan sebagian besar bom-bom milik Israel.

Itulah sajian disela-sela belajar kami. Bila kami hanya di uji selama dua minggu, tidak sama halnya dengan sodara-sodara umat muslim di Gaza. Bila kami hanya di uji dengan soal-soal kuliah, tidak begitu untuk Gaza. Bila kami hanya bersenjatakan alat tulis tidak sama untuk sodara kita di Palestine. Bila tujuan kita untuk nilai-nilai kuliah tidak begitu untuk sodara kita disana.

Itulah yang kami pikirkan tentang sodara kita disana. Sampai-sampai ijal begitu marah karena kesadisan tentara Israel. Umpatan terhadap Israel tertubi-tubi dilayangkan. Doa-doa untuk Palestine terkadang terucap saat melihat tayangan ini. Dari sodara-sodara umat muslim di Indonesia pun banyak yang berkirim pesan untuk mendoakan Palestine. Sedangkan di Masjid Samsul Ulum (MSU) yaitu masjid di kampus selalu dibacakan doa qunut nazilah untuk Gaza. Hal ini sesuai dengan contoh yang dilakukan Rosul. Nabi Muhammad Saw. melakukan qunut dalam berbagai keadaan dan cara (seperti banyak diriwayatkan dalam hadits-hadits tentang qunut ini). Pernah Nabi berqunut pada setiap lima waktu, yaitu pada saat ada nazilah (musibah). Saat kaum muslimin mendapat musibah atau malapetakan, misalnya ada golongan muslimin yang teraniaya atau tertindas.

Di milis cerita mengenai Gaza menjadi topic yang hangat untuk di doakan. Sedangkan teman-teman di bagian timur Indonesia mengirim pesan untuk membaca surah shaad (surah 38) dan al-fath (surah 48). Saya mencoba mengikuti saran Aisah dari Sulawesi. Ternyata subhanallah janji yang di berikan Allah, yakinlah ketika kondisi itu kita semua membaca surah tersebut maka tidak ada satu orang pun yang begetar hatinya saat membacakan janji Allah itu.

Ya begitulah ujian bagi kaum muslimin. Tapi saya yakin bahwa Allah tidak akan memberikan ujian yang tidak disanggupi hamba-hambanya. Begitu juga dengan ujian yang kami lakukan. Saya yakin ujian ini merupakan ujian untuk mengukur kemampuan mahasiswa bukan untuk menjatuhkan mahasiswanya. Tidak seperti ujian yang ada di Gaza. Ujian di Gaza ini merupakan ujian untuk umat muslim di seluruh dunia. Seberapa pedulikah umat muslim terhadap sodaranya sendiri. Sampai-sampai dalam kejadian ini Michael Heart menciptakan lagu We Will Not Go Down yang dirilis gratis olehnya beginilah ciptaan lagu beliau.

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die

We will not go down
In the night, without a fight

We will not go down
In Gaza tonight

Lagu yang benar-benar menyentuh bila kalian semua tahu artinya. Begitulah keadaan di Gaza sesuai yang digambarkan Michael Heart penyanyi asal Amerika ini.

Lain di Gaza lain di saya. Banyak perbedaan ujian yang saya alami dengan Gaza. Memang

Disamping itu ujian musiman ini juga merupakan ujian yang menyebalkan bagi seorang Tio. Bagaimana tidak. Setiap ujian datang bayangan tentang Santi selalu berlabuh di otak ini. Setiap membaca materi kuliah selalu terbayang wajahnya. Memang hal yang paling menyebalkan saat otak ini ingin digunakan untuk berkonsentrasi pada kuliah tapi yang datang adalah setan yang membentuk wajah Santi. Ya Allah ampunilah dosa hambamu ini Allah…

Tidak jarang untuk menghilangkan bayang-bayang ini saya coba utarakan pada Santi. Namun apa yang dapat Santi perbuat. Santi bukanlah tuhan yang dapat mengubah otak orang dengan begitu mudahnya. Ini harus diubah dari diri sendiri.

Ya Allah… tolong hambamu ini ya Allah… jangan sampai otak ini diracuni oleh pikiran-pikiran syaitan… tiap malam saya menghadap Allah azawajalla untuk meminta bantuan untuk dimudahkan dalam segala urusan dan ujian ini. Saya tidak ingin ketika ujian akhir semester datang ujian otak ini pun datang.

Lambat laun tiap detik konsentrasiku pun mulai ada perubahan. Perubahan untuk konsen dimateri kuliah dan konsen untuk belajar. Setiap kata yang terdapat pada buku kuliah bukanlah bayang-bayang Santi. Disamping itu juga saya membiasakan untuk menyibukan diri dalam hal-hal yang positif. Ini seseuai dengan penjelasan akhi Reza saat mengadakan syuro di MSU.

Dalam syuro tersebut Akhi Reza mengatakan bahwa ketika kita tidak sibuk dalam hal-hal yang positif maka seta akan mengajak kita untuk sibuk di hal-hal yang negative. Dan ketika kita mempunyai kesibukan dalam hal positif maka kita harus bersyukur karana hal positiflah yang masih menjadi kesibukan kita. Saya harusnya masih bersyukur ketika melihat diri saya sendiri, tidak seperti warga Palestine disana.

Ketika di Palestine sudah tidak ada serangan dari Israel maka hal yang sama dialami oleh mahasiswa-mahasiswa di kampusku ini. Serangan mental berupa sajian soal-soal sulit pun mulai berkurang kadarnya. Sebagian besar mahasiswa telah menempuh ujian akhir semesternya. Mungkin sebagian mahasiswa puas dengan ujiannya namun kadang juga dengan jantung yang berdebar-debar mahasiswa menunggu jawaban nilainya. Ya begitulah variasinya mahasiswa. Dengan budaya,suku dan cara hidup yang berbeda-beda maka utuk menyikapi suatu kejadian pun berbeda-beda.

Ya… Alhamdulillah hari ini adalah hari terakhir ujianku. Dan baru siang tadi ujian kuliah teknik trafik adalah ujian terakhirku. Saya tidak tahu ujian siang tadi akan mendapat nilai berapa tapi saya berdoa semoga ujian teknik trafik ini mendapat nilai bagus dan dapat menutup IP semester sebelumnya.

Sekarang saatnya liburan untuk menghilangkan rasa stres setelah dua minggu yang lalu mengerjakan soal-soal ujian.

Comments
One Response to “Part 2”
  1. rima mengatakan:

    Assalamu’alaykum.wr.wb.
    Aku baru baca part 1,
    dan belum terpikir komentar yang perlu ditulis saat ini..
    Insya Alloh,, kalo banyak waktu luang aku akan mencoba menyelami novelmu ini, dan mudah2an ada kata2 yang lebih bagus untuk dijadikan komen daripada komenku yang pertama, hehehe…
    Teruslah berkarya wahai anak Bangsa!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: